Catatan dari Konser Tentang Rasa Edisi Bandung

May 24, 2015

Jumat, 22 Mei lalu, saya mendapat kesempatan yang amat menyenangkan dari tim Limunas (Liga Musik Nasional) untuk menyelenggarakan konser perdana di Bandung. Beranjak dari judul yang digagas oleh Rukmunal Hakim, illustrator artwork untuk poster konser ini sendiri, kurang lebih dua minggu lalu, saya mencoba mengembangkan “Konser Tentang Rasa” untuk menyajikan pengalaman musikal yang sedikit berbeda. Dalam pengalaman ini, saya dan tim Frau lainnya (cari temen nih, hehe) berhasil merepotkan tim Limunas di Bandung dengan permintaan-permintaan aneh yang datang bertubi-tubi… Oleh karena itu, mohon maaf dan terima kasih banget ya, tim Limunas, atas kesabaran dan kerjasamanya yang tak terukur! 🙂

Mengenai konsepnya sendiri, “rasa” yang kami maksud di sini tidak hanya mencakup ’emosi’ atau ‘perasaan’ yang dialami siapapun kala mendengarkan atau menyaksikan pementasan lagu Frau, namun juga ‘sensasi’ indrawi yang mendukung terciptanya ‘perasaan-perasaan’ tersebut. Di awal pementasan, kami membagikan pensil dan lembaran-lembaran kertas ‘Kesan Tentang Rasa’ pada teman-teman audiens, mempersilakan mereka menuliskan ataupun menggambarkan apapun yang terlintas dalam pikiran mereka selama pertunjukan. Sepanjang pementasan, ruangan diisi beberapa macam bebauan yang disesuaikan pada lagu-lagunya, beberapa desain pencahayaan dari mas Banjar Andharu, dan beberapa macam minuman yang dibagikan secara random pada para audiens. Di sini, kami mencoba menyajikan pengalaman musikal yang tidak sekadar ‘terdengar’, tapi juga ‘tercium’, ‘terlihat’, dan ‘tercecap’. Hingga pada akhir pementasan, kami membagikan lagi lembaran-lembaran ‘Survei Tentang Rasa’ yang juga diisi oleh teman-teman audiens.

Pementasannya mengalir dengan baik, tertata, dan yang terpenting: menyenangkan. Kertas kesan yang terkumpulkan cukup menarik dan merekahkan senyum. Di bawah ini, saya akan sajikan 79 kesan tersebut. Sementara itu, data dari survei ini akan saya unggah dalam beberapa hari ke depan.

Terima kasih berjuta-juta perlu dikirim pada: tim Limunas, mbak Boit dan mas Tri atas kesabarannya, teman-teman Bottlesmoker yang merekam data audio konser ini, mas Banjar Andharu dan Papermoon Puppet Theatre untuk desain serta pinjaman lampunya yang menakjubkan, Santishop untuk dress-nya, kak Ucok (Andreas Siagian) dan Lifepatch atas bantuan bikin bebauannya dan pinjaman recorder-nya, mas Deugalih yang membuka acara dengan penampilan canggihnya, mas Rukmunal Hakim utk artwork bagusnya, mas Erson Padapiran dan mbak Rara Sekar dari Bandaneira yg berkenan berbagi panggung, mas Gufi yang mengorganisir dari Jogja sampai Bandung, mas Ojie yang mengatur sound-nya, Yudis Gomblis yang selalu memastikan keamanan dan kenyamanan saya serta Oskar, Rere dari Sorak Kreativ yang merelakan akhir pekan ini untuk membantu mengurus bebauannya, Krisna yang bantu mendokumentasikan dari Jogja, dan semua lainnya yang belum tersebut! Saya tersentuh atas kebaikan dan kerja keras kalian. Terima kasih, dan terima kasih lagi! 🙂