28-29 Oktober 2013
Kongsi Jahat Syndicate
IFI-LIP Yogyakarta

Supporting Acts:
Rabu
Answer Sheet

Artistic Director:
Papermoon Puppet Theatre

Lighting Director:
Banjar Tri Andaru

Supported by:
Sorak Productions
Picca Video Works

Akhir Agustus 2013 akan menjadi momen penting dalam perkembangan musik Frau. Setelah melewati proses panjang selama dua tahun lebih, musisi, pianis, serta pencipta lagu berbakat, Frau akan meluncurkan album terbaru lewat konser tunggal bertajuk “Happy Coda” di Auditorum Lembaga Indonesia Perancis (IFI-LIP) Yogyakarta pada 28-29 Agustus 2013.

Konser dari sosok alter ego bernama Leilani Hermiasih itu telah menyita rasa penasaran banyak penggemar. Bahkan 250 tiket yang dijual pada 19 Agustus di IFI-LIP, Sagan ludes dalam waktu 1 (satu) jam (soal jumlah tiket dan waktu soldout harap di cek).

Perhatian lebih juga muncul dari pengamat musik dan insan pers Indonesia yang tidak sabar menunggu lanjutan dari debut fenomenal Starlit Carousel. Bagi pemerhati lirik naratif, permainan piano yang memukau serta kekuatan vokal Lani – sapaan akrab lani – menjadi karakter khas yang tidak biasa.

Keunikan lain dalam album kedua ini juga terlihat dari format albun yang dikemas oleh Frau. Tidak seperti Album pada umumnya, di Happy Coda format buku partitur (sheet music) akan tampil sebagai wujud fisik karya Frau bersama format modern berupa digital Mp3.

Woto Wibowo dari Yes No Wave Music menjelaskan sheet music adala format album yang dibuat oleh musisi di era sebelum ditemukannya teknologi rekam suara. Sehingga melalui buku partitur Frau ingin memberikan bagi kesempatan khalayak umum untuk bisa memainkan lagunya.

“Dua format ini mengemban misi berbagi. Selain karena mudah disebarkan, format Mp3 sendiri dirilis sebagai acuan dalam membaca atau memainkan partitur,” ujar pria yang akrab disapa Wok The Rock itu.

Soal karya di albumnya, Frau bercerita bahwa Happy Coda banyak bertutur soal kisah sederhana yang ada di sekitarnya. Gambaran kehidupan itu – umumnya berada di ruang domestik – disusun oleh Frau dengan cara yang khas.

“Saya menulis apa yang saya rasa dan lihat. Memang perlu waktu agak lama karena terpotong banyak kesibukan lain,”  ujarnya.

Bagi Lani, peluncuran Happy Coda merupakan tanggung jawab untuk dirinya sendiri untuk menyelesaikan apa yang telah ia mulai beberapa tahun terakhir. Menurutnya membuat album adalah usaha untuk menjawab dorongan kuat dari sebagian dirinya yang ingin diperhatikan.

“Happy Coda adalah perwujudan semua hal itu. Tetap memproduksi musik memberikan keseimbangan bagi pribadi saya,” tambah Frau.

Konser yang digelar selama dua hari (3 pementasan) ini akan dibuka oleh trio ukulele Jogja Answer Sheet dan Rabu. Selain itu, Papermoon Puppet Theatre juga turut menuangkan gagasan kreatifnya dalam tata artistik panggung. (*)