Released on
26 November 2017

Lyrics

Frau – Sembunyi
song and lyrics: Leilani Hermiasih

Detak jantung belum-belum tak menentu
Kerah baju kemejaku mencekikku
Coba tegakkan berdiriku
Sengal-sengal nafas memburu
Namun tetap pasang senyumku

Titik peluh satu-satu pun meluruh
Telapakku basah kuyup, masuk saku
Selamat datang keresahan
Selamat kacau kedatangan
Jangan sampai tampak gugupku

Penatku terasa, penatku tercerna,
Ludah tersedak, lambung bergolak,
Seakan terkocak
Neuronku berbisik, neuronku menggelitik
Merengek lapar, suapi gula,
Cari udara

Detak jantung lamat-lamat pun teratur
Gelisahku dan pikirku mulai akur
Selamat pulang keresahan
Selamat kacau kepulangan
Jangan sampai tampak gugupku

Lepaskan semua gugup yang mengekangku
Dan biarlah tampak meski ku kan jatuh

Credits

Written and Performed by
Frau

Recorded at
Kua Etnika Studio

Mixed and Mastered at
Sangkar Emas Studio

Mixed and Mastered by
Anton Gendel

Cover illustration by
Restu Ratnaningtyas

Layout by
Alfonsus Lisnanto

Production manager
Adi Adriandi

Produced and distributed by
Sbatu Records

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

“Sembunyi” adalah single pertama dari mini album ke-4 Frau, Tembus Pandang yang merupakan hasil kolaborasi dengan seniman Restu Ratnaningtyas.

Lagu ini ditulis oleh Frau berdasarkan salah satu lukisan Restu yang bertajuk Hide. Dalam interpretasinya, Frau bertutur bahwa sembunyi itu merupakan gumam gugup seseorang saat akan tampil di hadapan publik. Sebuah keadaan ketika pikiran-pikiran tak penting muncul atau kata-kata terbolak-balik hingga seluruh tubuh pun terpengaruh.

“Sembunyi” yang memiliki lirik lugas tanpa metafora ini kerap kali menjadi nomer pembuka pada beberapa penampilan Frau dalam dua tahun terakhir sejak pertama kali ditampilkan pada tanggal 3 April 2015, saat Frau dipertemukan dengan Restu Ratnaningtyas dalam konser rutin kolaborasi musik-senirupa bertajuk Lelagu di Kedai Kebun Forum.

Proses rekaman “Sembunyi” beserta tiga lagu lainnya dalam Tembus Pandang cukup berbeda dibandingkan proses rekaman Frau selama ini. Kali ini, untuk pertama kalinya Frau merekam seluruh bagian piano di rumahnya melalui perangkat lunak VST yang kemudian ia bawa berkas rekamannya ke Kua Etnika Studio di mana Frau hanya merekam vokal saja. Dengan proses rekaman seperti itu, Frau lebih leluasa dalam memilih berbagai karakter suara pianonya yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan setiap lagu.

Mini album Tembus Pandang telah dirilis dalam bentuk cakram padat dan didistribusikan oleh Sbatu Records, label rekaman yang dimiliki oleh Frau sendiri.